Aku adalah orang asing
Yang terdampar dalam hidup orang orang
Aku tidak berharap teman
Aku asing
Dalam sekumpulan sekumpulan
Suara kehampaan dalam kericuhan
Aku selalu asing
Dalam setiap perkataan
Aku datang dan pergi
...
Jangan pernah cari aku
Aku tidak akan pernah ada
Untuk siapapun
Aku akan selalu asing untuk siapapun
Saturday, June 25, 2005
Saturday, April 16, 2005
sedih yang beku
kubungkam sepiku
kuteriaki malamku
tanpa suara
tanpa nada
kuhujamkan asa
dan terlunta
dalam dinginnya malam
yang mencekik
kubiarkan bisikan
bermuara dari mulutku
mengalir di atas lantai marmer
dan menggenang
kupeluk erat tubuhku
membeku seperti es
kuremukkan hingga terdengar
suara gigi yang beradu
kubasuh muka dengan air mata
dan kusisakan sedihku
untuk kusimpan dalam peti es
agar sekali kali waktu bisa kucairkan
untuk kutangisi
kuteriaki malamku
tanpa suara
tanpa nada
kuhujamkan asa
dan terlunta
dalam dinginnya malam
yang mencekik
kubiarkan bisikan
bermuara dari mulutku
mengalir di atas lantai marmer
dan menggenang
kupeluk erat tubuhku
membeku seperti es
kuremukkan hingga terdengar
suara gigi yang beradu
kubasuh muka dengan air mata
dan kusisakan sedihku
untuk kusimpan dalam peti es
agar sekali kali waktu bisa kucairkan
untuk kutangisi
pendosa
lihatlah dirimu
penuh dengan kekalahan
dan aib yang kautanggung
seribu tahun kau menangis
tangis mu tak akan mencuci
dosa dosa kotor mu
tidak usah kau berlutut
mengais ampun Nya
Dia pun jiji melihat mu
percuma kau gorok lehermu
dia tidak akan mengambil rohmu
bahkan di neraka pun kau tidak diterima
kaubakar jasadmu pun
abu mu akan mengotori udara dan bumi
cemari yang lain dengan rasa sakitmu
berhenti meratapi dirimu
karena kau tidak sendirian
penuh dengan kekalahan
dan aib yang kautanggung
seribu tahun kau menangis
tangis mu tak akan mencuci
dosa dosa kotor mu
tidak usah kau berlutut
mengais ampun Nya
Dia pun jiji melihat mu
percuma kau gorok lehermu
dia tidak akan mengambil rohmu
bahkan di neraka pun kau tidak diterima
kaubakar jasadmu pun
abu mu akan mengotori udara dan bumi
cemari yang lain dengan rasa sakitmu
berhenti meratapi dirimu
karena kau tidak sendirian
Friday, April 15, 2005
para dewa
oh dewa bumi
aku lelah
ditelanjangi manusia manusia asing
silih berganti
menghisap esensiku
wahai dewa langit
aku pengap
membaui napas para pemerkosa
meracuni udaraku
sehingga otak pun terisi gas racun
dan dewa laut
aku jiji
melihat diriku dipenuhi cucuran
keringat para manusia cabul
masuk ke dalam pori-poriku
merusak organ dalam tubuhku
oh dewa nafsu
maukah kau hentikan
hembusan nafas gairah bersalah
sehingga aku berhenti menggelinjang
keparat kau
aku lelah
ditelanjangi manusia manusia asing
silih berganti
menghisap esensiku
wahai dewa langit
aku pengap
membaui napas para pemerkosa
meracuni udaraku
sehingga otak pun terisi gas racun
dan dewa laut
aku jiji
melihat diriku dipenuhi cucuran
keringat para manusia cabul
masuk ke dalam pori-poriku
merusak organ dalam tubuhku
oh dewa nafsu
maukah kau hentikan
hembusan nafas gairah bersalah
sehingga aku berhenti menggelinjang
keparat kau
manusia serangga
manusia adalah serangga serangga kecil
yang berkoloni
banyak dan bertumpah ruah menjijikan
manusia adalah serangga serangga berbisa
menggigit satu sama lain
meracuni sesamanya
manusia adalah serangga serangga berbahaya
menghancurkan koloninya
kemudian bersusah payah membangunnya kembali
untuk kemudian dihancurkan lagi
serangga adalah manusia
memakan bangkai
dan berbagi bau busuk antar sesamanya
serangga adalah manusia
berkoloni, beracun, dan berbahaya
yang berkoloni
banyak dan bertumpah ruah menjijikan
manusia adalah serangga serangga berbisa
menggigit satu sama lain
meracuni sesamanya
manusia adalah serangga serangga berbahaya
menghancurkan koloninya
kemudian bersusah payah membangunnya kembali
untuk kemudian dihancurkan lagi
serangga adalah manusia
memakan bangkai
dan berbagi bau busuk antar sesamanya
serangga adalah manusia
berkoloni, beracun, dan berbahaya
Tuesday, April 12, 2005
serigala
namanya serigala
walaupun berbulu domba
tetap saja serigala
buas
siap untuk merobek daging
dan menghabisi sampai tulang belulang tersisa
jangan harap seekor serigala dijadikan binatang peliharaan
malahan ia dengan sekejap mata
memangsa majikannya
tapi serigala bisa punya keluarga
berkomuni
dan beranak pinak
dan membesarkan anaknya menjadi pembunuh handal
serigala pun pecinta
bercinta
dan dicintai
walaupun berbulu domba
tetap saja serigala
buas
siap untuk merobek daging
dan menghabisi sampai tulang belulang tersisa
jangan harap seekor serigala dijadikan binatang peliharaan
malahan ia dengan sekejap mata
memangsa majikannya
tapi serigala bisa punya keluarga
berkomuni
dan beranak pinak
dan membesarkan anaknya menjadi pembunuh handal
serigala pun pecinta
bercinta
dan dicintai
Saturday, March 19, 2005
in the moment like this
pada saat ini
harusnya kita tetap terjaga
bertahan jangan sampai masuk jurang
karena sebenarnya kita sudah berdiri di ujungnya
pada saat ini
harusnya kita tersenyum kecil bersama
sedikit mentertawakan penderitaan kita
dan biarkan berbagi asa yang hanya tinggal sedikit itu
pada saat ini
harusnya kita tidak usah menangisi luka kita
tidak perlu bersedih sedih menghadapi pengorbanan
karena satu persatu yang hilang
telah menjadi pelajaran yang lebih berharga
pada saat ini
tidak perlu memenuhi kepala dengan kejahatan manusia
lebih baik mengingat ketulusan mereka
dan berbahagia atas mereka
barangkali saat ini
kita tidak perlu berkeluh kesah lagi
karena keluhan dan penderitaan kita
telah membuat orang lain bosan
dan lebih baik berbagi kebahagiaan dengan mereka
mungkin juga saat ini
kita harus tetap bermimpi di pagi hari
agar langkah tak terhenti
ada baiknya saat ini
kita baringkan kepala dengan tangis bahagia
bahwa tamparan harusnya membuat kita sadar
bukan terpelanting jauh blingsatan
bahwa tangisan penderitaan adalah berkah
bahwa akan ada cahaya di depan sana
bukan cuma luka yang robek bernanah dan berdarah
dan sekali lagi
lebih baik kita tersenyum
harusnya kita tetap terjaga
bertahan jangan sampai masuk jurang
karena sebenarnya kita sudah berdiri di ujungnya
pada saat ini
harusnya kita tersenyum kecil bersama
sedikit mentertawakan penderitaan kita
dan biarkan berbagi asa yang hanya tinggal sedikit itu
pada saat ini
harusnya kita tidak usah menangisi luka kita
tidak perlu bersedih sedih menghadapi pengorbanan
karena satu persatu yang hilang
telah menjadi pelajaran yang lebih berharga
pada saat ini
tidak perlu memenuhi kepala dengan kejahatan manusia
lebih baik mengingat ketulusan mereka
dan berbahagia atas mereka
barangkali saat ini
kita tidak perlu berkeluh kesah lagi
karena keluhan dan penderitaan kita
telah membuat orang lain bosan
dan lebih baik berbagi kebahagiaan dengan mereka
mungkin juga saat ini
kita harus tetap bermimpi di pagi hari
agar langkah tak terhenti
ada baiknya saat ini
kita baringkan kepala dengan tangis bahagia
bahwa tamparan harusnya membuat kita sadar
bukan terpelanting jauh blingsatan
bahwa tangisan penderitaan adalah berkah
bahwa akan ada cahaya di depan sana
bukan cuma luka yang robek bernanah dan berdarah
dan sekali lagi
lebih baik kita tersenyum
Tuesday, March 01, 2005
suatu malam di kamar 809
kalau gue habisin nyawa gue
gue hantamin kepela gue ke dinding
supaya darah bercucuran
dan tengkorak kepala pecah
otak berceceran
pasti gue akan ngerasain sakit yang luar biasa
pasti gue akan teriak merintih histeris
dan dalam beberapa menit gue akan pingsan dan tak tersadar kan diri
apakah gue mati?
belum tentu
bisa jadi gue terkapar kejang kejang
dan walaupun tidak dalam keadaan sadar
gue masih menyisakan nyawa
sejam kemudian kepala gue yang beradarah
sudah dikerubungi semut dan ulat ulat
mata gue terbuka
tapi tidak sekalipun kepala gue berpikir
mengingat
yang ada hanya rasa sakit yang parah
setiap seekor semut menggigit potongan otak yang bercecer
setiap sakit yang menerjang ngilu saraf
gue coba gerakan badan gue
cuma jari yang berderik derik
tidak satupun organ yang bergerak
cuma lambung yang mual, jantung yang pelan
dan napas yang terengah engah
mata yang hampir keluar dari cangkangnya
dan darah yang membanjiri lantai kamar
tersiksa antara alam hidup dan mati
membusuk antara hawa dingin
dan terbakar ngilu perih syaraf syaraf
gue belum mati
gue hantamin kepela gue ke dinding
supaya darah bercucuran
dan tengkorak kepala pecah
otak berceceran
pasti gue akan ngerasain sakit yang luar biasa
pasti gue akan teriak merintih histeris
dan dalam beberapa menit gue akan pingsan dan tak tersadar kan diri
apakah gue mati?
belum tentu
bisa jadi gue terkapar kejang kejang
dan walaupun tidak dalam keadaan sadar
gue masih menyisakan nyawa
sejam kemudian kepala gue yang beradarah
sudah dikerubungi semut dan ulat ulat
mata gue terbuka
tapi tidak sekalipun kepala gue berpikir
mengingat
yang ada hanya rasa sakit yang parah
setiap seekor semut menggigit potongan otak yang bercecer
setiap sakit yang menerjang ngilu saraf
gue coba gerakan badan gue
cuma jari yang berderik derik
tidak satupun organ yang bergerak
cuma lambung yang mual, jantung yang pelan
dan napas yang terengah engah
mata yang hampir keluar dari cangkangnya
dan darah yang membanjiri lantai kamar
tersiksa antara alam hidup dan mati
membusuk antara hawa dingin
dan terbakar ngilu perih syaraf syaraf
gue belum mati
Wednesday, February 16, 2005
lingkaran emas
bertanam ria itu perlu
bisa jadi hobi
bisa jadi pengisi waktu
cari bibit bagus
bibit cabai, sayuran, rumput
ambil pupuk tai
diratakan dengan tanah
siram dengan air bersih
rawat tiap hari
siram
pupuk tai
siram
jangan lupa sinari matahari
biar bernapas
siram
pupuk tai
nanti kalau besar
bisa disayur
dimakan
kalau masuk perut
di buang jadi tai
tai jadi pupuk
harus cari bibit lagi yang baru
bisa jadi hobi
bisa jadi pengisi waktu
cari bibit bagus
bibit cabai, sayuran, rumput
ambil pupuk tai
diratakan dengan tanah
siram dengan air bersih
rawat tiap hari
siram
pupuk tai
siram
jangan lupa sinari matahari
biar bernapas
siram
pupuk tai
nanti kalau besar
bisa disayur
dimakan
kalau masuk perut
di buang jadi tai
tai jadi pupuk
harus cari bibit lagi yang baru
Subscribe to:
Posts (Atom)
